Senin - Sabtu, 07.00 - 12.00 wita
Telp. (0370) 654045

PANEN KARYA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) SMAN 1 PRAYA

Kamis, 22 Desember 2022— SMAN 1 Praya gelar Panen Karya hasil pengimplementasian Kurikulum Merdeka yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan bertempatkan di Lapangan Upacara dan Aula Handayani SMAN 1 Praya. Acara diadakan pada hari Selasa, 20 Desember 2022. Acara pagelaran dihadiri oleh seluruh warga sekolah, Kordinator Pengawas SMA Kantor Cabang Dinas DIKBUD Lombok Tengah dan Pengawas Pembina SMAN 1 Praya. Selain itu, pada kesempatan tersebut hadir Kepala Cabang Dinas DIKBUD Lombok Tengah melihat jalannya berbagai macam pementasan sebagai refleksi dari hasil P5. Pentas Refleksi yang ditampilkan mulai dari Paduan Suara, Teater/ Mini Drama, Berbalas Pantun, Pembacaan Puisi, Pameran/ Bazar makanan, dan Pameran Karya Daur Ulang Sampah Plastik.

Pagelaran Panen karya yang diadakan di SMAN 1 Praya merupakan pagelaran Panen Karya P5 kali pertama. Dimana, tahun pelajaran 2022/2023 merupakan tahun pertama bagi SMAN 1 Praya mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Disamping itu, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Praya. Sehingga, pada P5 Kurikulum Merdeka, SMAN 1 Praya mengangkat tiga tema yaitu Kearifan Lokal, Gaya Hidup berkelanjutan, dan Kewirausahaan.

Pada Tema Kearifan Lokal berfokus pada penelusuran Jejak Warisan Leluhur Suku Sasak. Yang pada tema ini diampu oleh kelas X.1 sampai X.3. kemudian untuk tema Gaya Hidup Berkelanjutan, siswa dibimbing untuk mampu mengurangi sampah plastik dengan cara mengolah sampah menjadi lebih bermanfaat yang dalam hal ini diampu oleh kelas X.6 sampai X.10. Dan untuk tema yang terakhir yaitu Kewirausahaan diampu oleh kelas X.4, X.5, X.11 sampai X.13. Tema Kewirausahaan tersebut berpusat pada Penanaman Jiwa Wirausaha kepada siswa khususnya pada produksi makanan kekinian.

Waka Bidang Kurikulum Bpk. Didik Ery Risdiyanto, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa sebelum diadakannya Panen Karya P5 di SMAN 1 Praya, para siswa dibekali kurang lebih selama 3 bulan penuh untuk fokus pada masing-masing tema P5 yang sudah ditetapkan. "Mereka menjalankan dan mengikuti berbagai macam sosialisai ataupun field trip guna untuk mencari data dan refrensi sebagai bahan untuk direfleksikan menjadi sebuah karya, ungkpanya," (20/12).

Terkait dengan penyampaian Waka Bidang Kurikulum tersebut, salah satu karya yang ditampilkan pada Panen Karya SMAN 1 Praya yaitu karya cerita dengan judul Putri Sade. Cerita yang ditampilkan berdasarkan pada hasil field trip ke Desa Adat Sade yang telah dilakukan kelas X.1 sampai X.3 tema kearifan lokal yaitu Menelusuri Jejak Warisan leluhur Suku Sasak. Cerita Putri Sade dipentaskan melalui Mini Drama yang bercerita tentang Desa Sade yang memiliki adat istiadat pernikahan yang kental. Karena adat istiadat yang kental tersebut menjadikan jalan kasih asmara dua sejoli yang dilanda asmara terhalang. Cinta mereka berdua tak mampu bersatu. Hal itu dekarenakan sang pemuda merupakan orang diluar garis keturunan Desa Sade.

Menyaksikan pemantasan itu, salah satu Kordinator P5 Kearifan Lokal Ibu, Nurmiana, S. Pd, M. Pd menyampaikan “penampilan yang ditampilkan merupakan hasil garapan karya siswa dengan tema Kearifan Lokal. Karya yang ditampilkan oleh mereka didasarkan pada data dari field trip yang mereka sudah lakukan di Desa Adat Sade. Menurut ceritanya apabila sesorang ingin menikah dengan pemuda/ pemudi Desa Sade, haruslah mereka memiliki garis keturunan yang sama dan mereka merupakan masyarakat asli dari Desa Sade. Karena perbedaan itulah hubungan mereka dua sejoli pada cerita yang dipentaskan itu tidak mampu bersatu," ungkapnya.

Senada dengan penyampaian dari Ibu. Nurmiana, S. Pd, M. Pd, Ibu Hj. Baiq Husnul Faizah, S. Pd. menyampaikan bahwa pentas Mini Drama yang ditampilkan merupakan cerminan Peraturan Desa (Awik-Awik Dese) di bagian aturan memilih calon pasangan di Desa Adat Sade. “Sampai sedih menontonya. Tapi memang betul di Desa Sade, meraka dulunya tidak boleh menikah dengan orang selain orang asli Desa Sade” tegasnya.

Selain itu, usai pementasan Mini Drama pada Panen Karya SMAN 1 Praya terlihat di Aula Handayani warga Sekolah dan Kordinator Pengawas SMA Kantor Cabang Dinas DIKBUD Lombok Tengah dan Pengawas Pembina SMAN 1 Praya menyaksikan pameran dari hasil karya siswa baik itu produksi makanan dari hasil P5 tema kewirausahaan, baju adat hasil dari P5 tema Kearifan Lokal, dan beberapa karya mozaik dari hasil pemanpaatan limbah sampah plastik yang merupakan refleksi dari P5 tema Gaya Hidup Berkelanjutan.

“Jadi pada panen karya yang bisa dilihat langsung seperti bazar makanan, pementasan mini drama dan berbagai macam bentuk pendauran ulang sampah pelastik yang salah satunya dalam karya mozaik yang bisa kita lihat ini merupakan hasil P5 yang telah mereka ikuti dalam kurun waktu 3 bulan lebih ini," kata salah satu Tim Kordinator P5 Ibu Uswatun Hasana pada sela-sela acara Panen Karya SMAN 1 Praya (20/12)

Disamping itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Praya pada Sambutannya menyampaikan bahwa digelarnya Panen Karya di SMAN 1 Praya merupakan aksi nyata untuk membuktikan hasil dari proses Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang telah dilaksanakan oleh SMAN 1 Praya. Melalui 3 tema yang telah dilaksanakan bersama dengan dibantu oleh segenap lapisan masyarakat dan para guru SMAN 1 Praya, beliau berharap Panen Karya atau hasil dari P5 tersebut, para siswa dapat memiliki karakter-karakter yang mencerminkan siswa teladan, senantiasa melestarikan budaya, mampu menjalani hidup secara mandiri, dan berwirausaha dengan kreatif yang senantiasa berinovasi untuk menjalani hidup secara berkelanjutan.

LTH – TIM HUMAS

Komentari Tulisan Ini
Kepala Sekolah
Kadian, S.Pd., M.Pd.

Selamat Datang di Portal SMA Negeri 1 Praya, Sebagai bagian dari pendidikan teknologi di SMA Negeri 1 Praya, maka website…